Course unggulan
Tentang Course
Mata kuliah Psikologi Religiusitas Islam mengajak mahasiswa psikologi memanfaatkan perspektif Qur’ani untuk memahami aspek psikologis manusia, meliputi proses kerja kognitif, afektif, dan motif yang mendasari perilaku individu dalam konteks intraindividual, interpersonal, dan relasi sosial secara mikro dan makro. Konsep-konsep yang dipelajari merujuk pada psikologi mainstream dan Al Qur’an, antara lain psikologi diri khususnya diri religius (religious belief), psikologi keimanan Qur’ani (psychology of Qur’anic belief), psikologi keberserahan diri (religious-related resignation), psikologi bersyukur (psychology of God-oriented gratitude), psikologi kesabaran (psychology of patience), psikologi keikhlasan (psychology of sincerity), dan psikologi olah jiwa (psychology of soul reactivation).
Profil Instruktur:
Retno Hanggarani Ninin merupakan dosen psikologi yang memiliki minat kajian pada bidang psikologi spiritualitas, khususnya terkait hubungan antara nilai-nilai keagamaan, konsep diri, dan kesejahteraan psikologis. Sejumlah publikasinya menunjukkan perhatian pada bagaimana dimensi spiritual membentuk cara individu memahami diri dan menjalani kehidupan sehari-hari dalam konteks budaya Indonesia.
Dalam perannya sebagai koordinator mata kuliah Psikologi Religiusitas Islam, ia berupaya mengembangkan pembelajaran yang mengaitkan konsep-konsep psikologi dengan nilai-nilai spiritual dalam Islam secara kontekstual dan reflektif. Pendekatan yang digunakan bersifat integratif, dengan mempertimbangkan pengalaman hidup dan keragaman sosial-budaya masyarakat.
Selain itu, ia juga mulai merintis sebuah pendekatan yang untuk sementara disebut sebagai ‘psikospiritualogi’, yaitu upaya untuk mengintegrasikan perspektif psikologi dan spiritualitas dalam memahami dinamika diri manusia secara lebih utuh. Pendekatan ini masih dalam tahap pengembangan dan diharapkan dapat memperkaya kajian keilmuan, khususnya dalam konteks Indonesia.
Melalui pengajaran dan kajian yang dilakukan, ia berharap dapat membantu mahasiswa memahami spiritualitas tidak hanya sebagai konsep normatif, tetapi juga sebagai bagian dari dinamika psikologis yang relevan dalam kehidupan individu dan sosial.